Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

Evolution

Ad kelahiran ad kematian, ad pertemuan ad perpisahan, ad persahabatan ad kebencian...
Ad cinta dan kerinduan ad kata putus awal dr kehampaan.
Tp aq harap bukan kebencian tp persahabatan....

There is birth there is death, there is no separation meeting, there is friendship there is hatred ...
There are no words of love and longing for the early end of emptiness.
But I hope not hatred but friendship .... (english)

There is birth there is death, there is no separation meeting, there is friendship there is hatred ...
There are no words of love and longing for the early end of emptiness.
But I hope not hatred but friendship .... (english)

Існує народження є смерть, не існує поділу засіданні, є дружба є ненависть ...
Є не слова любові і туги по швидкому припиненню порожнечі.
Але я сподіваюся, не ненависть, а дружба .... (ukrainian)

有生有死 有,也沒有分離次會議上,有友誼有仇恨...
沒有言語的愛和思念為早日結束空 虛。
但我希望不要仇恨,但友誼 ....

May ay kapanganakan may kamatayan, walang paghihiwalay sa pulong, diyan ay ang friendship may galit ...
Walang mga salita ng pagmamahal at pananabik para sa maagang pagtatapos ng kawalan ng laman.
Ngunit Umaasa ako na hindi galit ngunit pagkakaibigan ... (Filipino)

वहाँ मौत है जन्म है, वहाँ कोई जुदाई बैठक है, वहाँ दोस्ती है वहाँ नफरत है ...
वहाँ शून्य के प्रारंभिक अंत के लिए प्यार और लालसा का कोई शब्द हैं.
लेकिन मैं घृणा लेकिन दोस्ती की उम्मीद नहीं ....
Vahām̐ mauta hai janma hai, vahām̐ kō'ī judā'ī baiṭhaka hai, vahām̐ dōstī hai vahām̐ napharata hai...
Vahām̐ śūn'ya kē prārambhika anta kē li'ē pyāra aura lālasā kā kō'ī śabda haiṁ.
Lēkina maiṁ ghr̥ṇā lēkina dōstī kī um'mīda nahīṁ.... (Hindi)

誕生は死がある ありますが、分離は会議があり、憎しみがあるの友情がある...
虚無の早期終結 のための愛と憧れのない言葉があります。
しかし、私は憎しみが友情をでないこと を望みます....
Tanjō wa shi ga aru arimasuga, bunri wa kaigi ga ari, nikushimi ga aru no yūjō ga aru... Kyomu no sōki shūketsu no tame no ai to akogare no nai kotoba ga arimasu. Shikashi, watashi wa nikushimi ga yūjō o denai koto o nozomimasu.... (Japan)

Ez dago jaiotza-heriotza da, ez bereiztea bilera ez da, ez da adiskidetasuna dago gorrotoak ...
Ez dago maitasuna eta irrika hitz hutsaren hasieran bukaeran jartzeko.
Baina ez nuen espero baina gorrotoa adiskidetasuna ... (Basque)

Es gibt dort Geburt ist der Tod, es gibt keine Trennung Treffen gibt es Freundschaft Hass ist ...
Es gibt keine Worte der Liebe und der Sehnsucht nach dem frühen Ende der Leere.
Aber ich hoffe, nicht Hass, sondern Freundschaft .... (Jerman)

Υπάρχει γέννηση υπάρχει θάνατος, δεν υπάρχει καμία συνάντηση διαχωρισμός, υπάρχει φιλία υπάρχει μίσος ...
Δεν υπάρχουν λόγια αγάπης και νοσταλγίας για την πρόωρη λήξη της κενότητας.
Αλλά ελπίζω να μην το μίσος, αλλά η φιλία ....
Ypárchei génni̱si̱ ypárchei thánatos, den ypárchei kamía synánti̱si̱ diacho̱rismós, ypárchei filía ypárchei mísos ...
Den ypárchoun lógia agápi̱s kai nostalgías gia ti̱n próo̱ri̱ lí̱xi̱ ti̱s kenóti̱tas.Allá elpízo̱ na mi̱n to mísos, allá i̱ filía .... (Yunani)

Tá an bhreith bháis tá, níl aon chruinniú scaradh, tá cairdeas go bhfuil fuath ...
Níl aon focal de ghrá agus cumha do dheireadh na emptiness go luath.
Ach ní Tá súil agam ach is fuath cairdeas .... (Irish)

C'è la nascita c'è la morte, non c'è riunione di separazione, non c'è amicizia c'è odio ...
Non ci sono parole di amore e di nostalgia per la fine precoce del vuoto.
Ma spero di no odio ma l'amicizia ... (Italian)
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Minggu, 05 Desember 2010

PTK-Q

Dalam laman ini akan tergambar dari berbagai curahan hati n matiku yang memberi inspirasi dalam pengembangan IMTAQ n IPTEKq ke dyephaaaannnn


Aku tak bisa pungkiri kalw semua yang ada dlm kehidupan kita itu mau tidak mau pasti akan kembali ke sang khaliq. Jangan sampai kita terlena n terpaku dengan kemewahan hidup yang penuh dengan kesesatan serta kesesatan yang membuat kita akan melupakan Yang Satu Ini (Allah Rabbul ‘Alamin).

Sebenarx berbicara tentang Allah kita pasti akan teringat bagaimana wujudnya, pasti kita berangan-angan n berfantasi serta berimaginasi sehingga dalam pikiran kita terpampang sebuah bentuk lukisan yang indah bewujud kalighrafi seperti berikut:allahMaaf bagi non muslim yang belum bisa baca gambar di atas berlafadzkan kata “ALLAH”.

Gambaran tersebut di atas pasti dalam benak saudara seiman dalam islam pasti mengatakan itukah bentuk Allah? Nah pertanyaannya apakah anda bisa membayangkan sekarang bagaimana wujud Allah?

Jawabnya di jaman sekarang belum ada satupun manusia pernah melihat bagaimana wujud penciptanya, jelasx jika ingin menemuix pasti ada cara yaitu berbuat dan berbuat hanya untuk satu kebaikan yaitu menghadirkan Allah dalam hati kita dan berbuat amal kebaikan yang tak kunjung surut oleh perbuatan dosa yang merupakan propaganda sang Iblis tuk melawan n mendurhaka kepada sang Pencipta.

Saya himbau kepada saudara2q sekalian kirax mari kita berbuat kebaikan terus untuk mendapatkan ridha-Nya bukan Surga-Nya agar kita terhindar dari segala bentuk propaganda Iblis sang Penjebol Langit dan Bumi yang meliputi Tuan Rajax, Hulubalangx, serta Antek2x yang mencari teman sebanyak-banyakx tuk dijadikan sebagai sekutu2x.

Tapi mari kita menghadapkan diri untuk kehadirat Allah yang Suci yang tiada terlihat oleh mata kepala kita tapi cuma dapat terdeteksi oleh mata hati dan mata batin kita.

http://my.opera.com/sahruldjamuddin
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Pembagian Alam Versi Harmasrul

Menurut Versi HarmaSrul:

Alam dipartisi menjadi 7 bagian yakni:

1. Alam Arwah

Dimana alam ini sebelum manusia dilahirkan sudah ada perjanjian antara calon Hamba dengan Tuhan-Nya.


2. Alam Roh

Dalam alam ini calon Hamba atau manusia akan ditiupkan roh di dalam rahim ibunya sebelum ia dilahirkan dan akan menjalani proses beberapa bulan dalam kandungan sang Ibu.

3. Alam Syahadah

Yaitu alam dunia, artinya manusia sudah dilahirkan dalam bentuk bayi yang masih suci dan bersih lahir batin.

4. Alam Sakratul Maut

Alam ini merupakan alam yang paling menyedihkan dan di sinilah diuji kesabaran seorang hamba dalam mempertaruhkan hidup dan matinya yang akan menantinya sebelum masuk ke liang lahat.

5. Alam Kuburan

Nah ini adalah alam yang sangat mengerikan, karena setiap manusia akan mengalami yang namanya kematian dan orang yang mati otomatis memasuki alam ini dimana penyiksaan silih berganti datangnya berdasarkan dengan amal dan perbuatan seseorang.

6. Alam Barsyakh

Yaitu alam perhitungan yang mana setiap insan akan dihisab segala amal perbuatannya baik perbuatan baiknya maupun perbuatan buruknya.

7. Alam akhirat

Inilah alam yang paling terakhir setelah melewati alam sebelumnya dan di sinilah kita akan mendapatkan posisi kita sebagai hamba yang sejati yang berbuat kebaikan selama hidupnya ataukah hamba yang khianat yang berbuat maksiat selama hidupnya. Dan dalam alam ini disediakan cuma dua tempat yakni Syurga (untuk Hamba yang baik) dan Neraka (dipersembahkan bagi hamba yang berbuat kemungkaran) dimana masing-masing tempat ini terbagi lagi 7 tingkatan berdasarkan dengan amal dan perbuatan manusianya.

Dalam pembagian alam ini juga di patok dalam pembagian tubuh manusia yaitu:

1. Kepala

Mewakili alam arwah, karena kepala diibaratkan adalah pemimpin bagi seluruh alam merupakan bagian pertama yang akan keluar saat anda dilahirkan.

2. Tangan Kanan

Mewakili alam roh, dengan adanya roh yang akan ditiupkan ke dalam sang janin maka tangan kanan ini disimbolkan sebagai Penerima roh yang akan hidup sebagai Bayi –> Anak-anak –> Baligh –> Dewasa –> Setengah baya –> Kakek-kakek –> dan akhirnya meninggal.

3. Tangan Kiri

Mewakili alam syahadah artinya manusia setelah dilahirkan akan hidup dengan berbagai perbuatannya apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan tidak baik.

4. Kaki Kanan

Mewakili Sakratul Maut yaitu mewakili bahwa kita akan memasuki liang lahat dengan kaki kanan roh kita tapi sebelumnya harus melewati yang namanya sakratul maut atau alam tenggorokan.

5. Kaki Kiri

Mewakili Alam Kubur dimana kaki kiri roh kita akan melangkah setelah kaki kanan dalam mengarungi alam kubur setelah melewati alam tenggorokan tadi

6. Dada (Qalbu=Hati)

Mewakili Alam Mahsyar karena segala perbuatan amal kita dihitung dan ditimbang-timbang dalam alam ini yang mewakili dari Qalbu atau hati sebab Hatilah yang jadi penentu dalam mempertimbangkan yang mana harus dan tidak harus diperbuat.

7. Roh/Nyawa

Mewakili Alam Akhirat sebagaimana roh akan melayang dan pergi meninggalkan semua yang ada di dunia ini dan seperti itulah juga semua alam akan kita tinggalkan nanti kecuali hanya satu yang masih tertinggal yaitu alam akhirat yang mana di dalamnya telah disediakan dua tempat dengan tujuh tingkatannya masing-masing yaitu Syurga dan Neraka.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Minggu, 17 Oktober 2010

2. Jalan Menuju Cinta

A. Saat Cinta Menyapa
Percaya dan tidaknya kita pada keajaiban cinta, tentunya bergantung pada keyakinan masing-masing, bukankah begitu? Ada sebuah cerita tentang keajaiban cinta dari kampung akhirat. Karena cintanya yang sangat mendalam, Rasulullah masih saja mengingat umatnya meskipun Malaikat Izrail sudah menjemput beliau dengan kereta langit yang berjalan lewat tangga pelangi menuju surga cinta. Itulah salah satu bukti kecintaan Rasulullah yang sangat besar kepada umatnya. Sayyidina Ali pun ikhlas menjual baju perang kesayangannya kepada Utsman bin Affan untuk mahar dalam rangka mempersunting bidadari langit yang tak lain adalah putri Rasulullah, Fatimah az-Zahra. Kisah cinta dari negeri pewayangan juga menarik disimak. Cinta bisa membuat dewi Shinta rela terjun ke kubangan api karena sang Rama meragukan kesuciannya. Kisah legenda cinta juga menarik disimak, seperti kisah cinta Bandung Bondowoso dan putri Loro Jonggrang. Karena cintanya yang begitu mendalam kepada gadis yang sangat dicintainya, Bandung Bondowoso menyanggupi persyaratan membuat seribu candi dalam waktu yang sempit. Apa pun dilakukannya, bahkan dengan meminta bantuan jin untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Itulah cinta, kekuatan dan motivasi untuk meraihnya, membuat para penikmatnya lupa segalanya dan mampu melakukan apa pun demi cinta. Cinta dianggap bisa membuat segalanya menjadi nyata

Oh... cinta, karena engkaulah, hati-hati itu dipertautkan dalam rengkuhan sebuah pernikahan yang insya Allah barakah. Sebuah pernikahan yang berlandaskan cinta suci mengharap ridha Ilahi untuk menjalankan sunah Rasul dalam menggenapkan agama akan memberi manfaat bagi pasangan itu sendiri, keluarga, saudara, dan masyarakat pada umumnya.

Kekuatan cinta bisa membuat seseorang yang baru pertama kali bertemu dan atau bertatap muka jatuh hati kepadanya. Ini seperti kisah cinta Yusuf dan Zulaikha. Zulaikha terpesona dan jatuh cinta kepada pemuda shalih bernama Yusuf itu sejak pertama kali bertemu. Zulaikha jatuh cinta pada ketampanan Yusuf. Cinta seperti ini biasanya cenderung karena keindahan fisik yang dicintainya.

Kita seharusnya tidak melihat keindahan itu dari fisik saja, bentuk tubuh, warna dan panjang rambut, hitam atau putihnya kulit, maupun kecantikan atau ketampanan seseorang yang akan kita cintai itu. keindahan yang sesungguhnya, seharusnya dapat kita lihat melalui anugerah mata ini. Kita bisa mengetahui bagaimana sikap dan tingkah laku seseorang, siapa dan bagaimana keluarganya, serta bagaimana pergaulannya. Hal terpenting adalah melihat dan membaca keindahan dan kelembutan hatinya melalui mata hati kita.

Cerita cinta Zulaikha tampaknya berawal dari pandangan mata. Sesungguhnya, mata adalah pintu hati yang memiliki stimulus yang kuat. Dengan mata, kita dapat membaca pikiran manusia, mengetahui sifat melalui sikapnya, dan juga membaca wibawa melalui fisiknya. Tatapan mata dapat membuka rahasia-rahasia dalam hati. Dengan mata, kita dapat membaca manusia secara utuh.

Melalui mata, kita dapat terus memperhatikan orang yang kita cintai dan mengamati setiap gerak-geriknya. Mata seolah bergerak otomatis mengikuti setiap gerak orang yang dikasihinya. Legenda cinta Zulaikha (cinta pada pandangan pertama karena keindahan fisik) sepertinya juga pernah kita alami, ya tho?! Kisah seperti itu sungguh menyenangkan dan mempesona, sehingga membuat jantung sering berdetak kencang dan menghadirkan perasaan takjub kepada ciptaan-Nya.

Berawal dari indahnya pengalaman melihat keindahan fisik orang yang kita cintai, lalu muncul keinginan untuk terus melihatnya setiap saat. Seperti kisah Zulaikha, dalam dirinya muncul keinginan untuk terus bisa dan biasa melihat Yusuf. Dari pandangan mata itu akan datang banyak agenda, banyak pikiran, dan banyak siasat untuk mewujudkan keinginan selalu bisa bersama orang yang dikasihi setiap saat dan melakukan apa pun bersama-sama.

Sebagai contohnya, dalam suatu kepengurusan, entah itu untuk kegiatan yang bersifat insidential (sebuah kepanitiaan) atau untuk kegiatan yang bersifat rutin atau berjangka panjang, tidak dapat dipungkiri akan terjadi pertemuan antara kaum laki-laki dengan kaum perempuan. Dalam syuura (rapat atau diskusi), seorang ikhwan (laki-laki) biasa bertemu, berinteraksi dan bertukar pikiran dengan seorang ukhti. Kebersamaan yang ada baik dalam syuura atau kegiatan tersebut, memungkinkan tumbuhnya benih-benih cinta di antara mereka. Hal ini berarti bahwa cinta telah bersemi karena kebiasaan tadi. Semoga, cinta yang hadir tidak mengurangi ghirah (semangat) dalam menjalani kegiatan dan menjauhkan dari hal-hal yang akan mengurangi nilai-nilai perjuangan mereka.

Kebiasaan adalah salah satu penyebab timbulnya cinta yang didasarkan atas kecocokan dan saling pengertian. Kebiasaan dan kebersamaan itu menumbuhkan keyakinan. Kebiasaan ini beragam bentuknya, misalnya, kebiasaan bercakap bersama, kebiasaan mengikuti jejak orang yang dikasihi, melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh orang yang dicintai, kebiasaan jalan bersama, dan melakukan hal yang disukai bersama-sama.

Rasa cinta yang tumbuh karena kebiasaan yang ada, terkadang, akan menimbulkan sikap tidak memperdulikan yang lainnya. Zulaikha pun mengalami hal yang sama, keinginan dan kebiasaannya untuk melihat ketampanan Yusuf setiap hari, membuatnya lalai akan statusnya yang memiliki suami. Hal ini adalah rasa cinta dan kebiasaan bersama yang berlebihan. Kebiasaan bersama itu mudah sekali ditebak ciri-cirinya. Seseorang yang sedang memendam rasa cinta, terkadang akan mengucapkan perkataan seperti yang diucapkan oleh kekasihnya. Ia akan selalu melayani pertanyaan-pertanyaan dari kekasihnya, hingga tak dihiraukannya ucapan-ucapan yang lain. Baginya, ucapan kekasihnya lebih bermanfaat dan selalu benar, meski ia sebenarnya tidak tahu benar-tidaknya. Ia selalu merasa nyaman sehingga mudah untuk bersepakat dengan segala ucapan kekasihnya. Kita cenderung melakukan sesuatu yang berlebihan, padahal hal itu sebenarnya tidak sesuai dengan porsi kebutuhan dan kebiasaan kita. Menurut Janid dalam Risalah al-Qusyairiyah, "Cinta itu kecenderungan yang berlebihan meski tak ada hasil."

Orang yang saling mencintai karena kebiasaan bersama, seperti saat berangkat sekolah atau kuliah, ke kantin, atau ke perpustakaan bersama, biasanya akan mudah sekali mengikut jejak langkah kekasihnya. Di mana kekasihnya berada, di situlah ia pun akan mendampingi. Subhanallah, betapa dahsyat energi cinta itu. Seseorang menjadi merasa sangat mudah mengikuti kebiasaan-kebiasaan kekasihnya meskipun terkadang perbuatan yang dilakukan sang pujaan belum tentu sesuai dan belum pernah kita lakukan. Cinta telah membawa pada perubahan. Tapi, perubahan yang bagaimana? Itulah pertanyaan yang perlu kita pikirkan. Cinta yang telah bersemi akan kita bawa ke mana?

Sobat Cinta, biarkan cinta yang sedang berselimut di hati kita merisalahkan kebiasaannya. Tetapi, kita harus dapat membawa kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan bersama sang pujaan menjadi kebiasaan yang indah, bermanfaat, dan dapat mengantarkan pada kebaikan bersama. Jika kebiasaan-kebiasaan kita bersamanya membuat kita kian mencintainya, maka berusahalah agar kebiasaan dan cinta yang tumbuh tersebut mengarahkan kita pada kebaikan. Jaga dan bawa cinta ke arah yang mulia, tempat yang terpuji, dan jadikan cinta itu sebagai kisah romantis yang selalu dikenang sepanjang masa.

Kebiasaan yang bermanfaat tidak selalu rumit dan berat untuk dilakukan, tapi justru bisa sangat mudah dilakukan. Kebiasaan itu misalnya, saling menyampaikan dan berbalas salam, saling mengingatkan dalam kebaikan, memberi apresiasi atau pujian, atau sekedar memberi hadiah sederhana. Agar suasana cinta semakin romantis, maka bertukar hadiah dapat menjadi alternatif untuk memupuk rasa kecintaan kepada sang kekasih. Hadiah sangat berpengaruh dalam hubungan cinta. Apa pun bentuk hadiahnya biasanya tidak menjadi prioritas, akan tetapi sikap memberikan hadiah inilah yang merupakan wujud cinta dan kasih sayang.

Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, "Hendaknya kalian saling memberi hadiah niscaya kalian akan saling menyayangi,"

Hadiah dapat diberikan kapan saja dan di mana saja. Misalnya, sepulang dari kerja atau sepulang mengaji, lalu mampir sebentar di bawah pohon belakang rumah bermandikan sinar rembulan yang mengintip di sela dedaunan, dijamin akan memberikan suasana romantis. Dengan hadiah itu, kita merasa menjadi orang yang diperhatikan. Hubungan percintaan antara sepasang kekasih akan semakin harmonis, penuh kemesraan, dan tentunya sangat romantis.

Perasaan cinta kadang membuat kita sering memimpikan sosok yang selalu dekat dengan kita. Dalam mimpi tersebut, kita bertemu dengan seorang pujaan, kemudian kita menuai kisah dalam mimpi yang seolah-olah aktivitas nyata dalam keseharian. Setelah terjaga dari alam mimpi ini, kita merasakan suatu kesenangan dan rasa nyaman akan mimpi tadi. Kita berusaha mengingat-ingat kembali mimpi itu, merekam kembali perasaan suka terhadap kekasih dalam mimpi itu, sehingga timbullah benih-benih cinta kepada kekasih dalam mimpi tadi.

Namun, yang menjadi masalah adalah siapakah kekasih pujaan dalam mimpi tadi, apakah ia orang yang dekat dengan kita, sudahlah kita mengenalnya, atau kita justru sama sekali tidak mengenalnya, atau kita justru sama sekali tidak mengenalnya. Kita perlu meyakini bahwa mimpi yang menyenangkan dan membawa kita kepada sang kekasih, maka mimpi itu datangnya dari Allah Sang Pemberi mimpi. "Mimpi itu ada tiga, yaitu: mimpi yang bersumber pada pemenuhan hati, rasa yang ditakut-takuti oleh setan, dan kesenangan dari Allah." (HR. al-Bukhari, Jawahir al-Bukhari).

Segala hal yang menyenangkan dan baik, niscaya Allah yang telah memberikan. Namun, kesenangan itu akan menjadi sebuah kepalsuan dan tipu daya apabila datangnya dari setan. Hal itu seperti mimpi yang bisa membuat kita menjadi lebih mencintai orang lain, rasa sayang yang tumbuh lebih besar daripada rasa benci, dan biasanya mampu memberi semangat hidup kepada kita. Ketika semua itu terjadi, maka kita wajib yakin bahwa Allah yang memberikan mimpi itu. "Ketika kamu bermimpi tentang sesuatu yang menyenangkan, maka sebenarnya mimpi itu datang dari Allah, karenanya pujilah Allah dan ceritakanlah mimpi tersebut (kepada orang yang kamu sukai). Namun, ketika kamu bermimpi tentang sesuatu yang tidak menyenangkan, maka sebenarnya mimpi tersebut datang dari setan. Karenanya, mintalah perlindungan kepada Allah dari (keburukan)-nya dan janganlah kamu ceritakan kepada orang lain supaya mimpi itu tidak membahayakanmu." (HR. Bukhari, Mukhtar al-Hadits).

Sobat Cinta, mimpi adalah sesuatu yang mungkin bisa terjadi di kemudian hari. Apabila rasa cinta itu telah mengukir risalah melalui mimpi kita, maka yakinlah, Allah yang akan mempertemukan cinta kita itu. Oleh karena itu, gapailah cintamu dengan kecintaan kepada-Nya.

Selanjutnya, jika mimpi itu benar terjadi dan kita yakin bahwa sosok dalam mimpi itu benar, maka segeralah jemput risalah mimpi itu. Jika kita takut untuk menanyakan kepada sosok yang ada di dalam mimpi itu secara langsung, maka Islam mengajarkan keringanan, ruhsyah, yang sangat membantu kita menggapai cinta.

Tapi, bagaimana caranya? Apakah seperti tayangan reality show yang sedang marak di televisi? Ya Allah, sungguh aneh reality show sekarang ini. Tapi, acara-acara seperti itu akan menjadi lebih baik seandainya di-setting seperti kisah mas Fahri saat dicomblangin dengan mbak Aisyah dalam film itu lho. Wah... pasti sungguh barakah tayangannya.

Seseorang yang sebaiknya menjadi mak comblang adalah para murabbi kita (guru ngaji/ustadzah). Mereka bisa menjadi teman bagi kita untuk menemukan dan mengenal pasangan idaman kita. Dengan begitu, kita tidak perlu takut tidak akan mendapatkan cinta yang kita idam-idamkan. Pertemuan jodoh atau pertautan cinta bisa melalui banyak cara, misalnya melalui murabbi, orang tua, saudara, atau teman yang bisa kita percayai dan jujur kepada kita.

Kala cinta sedang berislah di hati kati, maka hati terasa seru, bergemuruh, dan mendebarkan jantung kita. Islam memfasilitasi perasaan ini dengan media taaruf. Cinta adalah sebuah pintu untuk taaruf, saling mengenal, memahami, dan menjadi sebuah jembatan menuju keindahan hati. Maka, apabila seseorang ingin mengenalkan kita kepada teman atau kerabatnya, jangan pernah menolaknya, lakukan silaturahim, dan taaruf. Kata tokoh Kang Syaiful dalam film Ayat-Ayat Cinta, "Bukanlah taaruf itu ibaratnya pacaran yang diridhai oleh Allah swt.?" Jadi, murabbi kita pasti akan berusaha mengenalkan kepada target risalah hati kita.

Pertautan cinta bisa melalui banyak cara dan media perkenalan. Barangkali, cinta kita akan mulai tumbuh dan bersemi melalui media perkenalan oleh orang lain. Bukankah Allah menganjurkan kita agar saling berkenalan dan menjalin persaudaraan karena cinta? Allah menciptakan umat manusia dengan beragam suku, warna kulit, berlainan jenis kelamin, dan lain sebagainya, supaya kita saling mengenal. Seperti firman Allah, "Hai manusia, sesungguhnya, Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal." (QS. al-Hujuraat {49} : 13).

Nah, bukankah perkenalan, baik secara langsung atau melalui orang lain menjadi kewajiban bagi kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang bertakwa? Sebuah perkenalan akan membawa pada tumbuhnya benih-benih cinta. Oleh karena itu, cinta pun merupakan tanda bagi orang-orang yang bertakwa. Cinta yang hadir akan membawa kita pada upaya pendekatan dan kecintaan yang lebih besar kepada Tuhan.

Jika sudah berkenalan, maka risalah cinta antara kedua orang yang saling mencintai bisa melabuhkannya dalam sebuah gubuk cinta, yaitu rumah tangga. Tapi, jika masih ada sedikit ketidakyakinan dan rasa tidak percaya diri bersemayam dalam diri dan hati, maka peneropongan harus dilakukan. Kita perlu menggunakan teropong cinta Galileo. Melalui peneropongan tersebut, kita bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang sifat, sikap, kepribadian, keluarganya, bahkan prestasi-prestasi orang yang kita cintai tersebut dari beberapa orang yang layak dipercaya.

Proses pengintaian itu dilandasi oleh rasa penasaran akan orang yang akan kita jadikan pendamping hidup kita. Ini tidak ubahnya sebuah penelitian ilmiah yang biasa kita lakukan untuk meneliti sesuatu hal bersifat ilmiah. Namun, bedanya adalah penelitian cinta tidak melibatkan pengamatan, pengintaian, dan pengumpulan informasi dan bukti-bukti sangat diperlukan. Berdasarkan penelitian tersebut, maka data yang sudah didapat kemudian perlu diolah, sehingga dapat dianalisa menjadi sebuah kesimpulan yang akan meyakinkan kita melanjutkan proses taaruf atau tidak.

Jika yang hadir adalah keyakinan yang kian kuat terhadap seseorang tersebut, maka benih-benih cinta akan tumbuh subur menjadi pohon cinta, cabang-cabangnya tumbuh kian lebat, dan berbunga indah. Jika cinta seperti ini yang hadir, akar cinta akan tertancap kuat dalam hati dan jiwa kita. Pohon cinta yang tumbuh tidak akan mudah layu daun dan bunganya. Pohon cinta akan tumbuh kuat, tidak mudah goyah dan tumbang oleh angin sebesar apa pun yang menerpa. Keyakinan yang kuat ini membuat kita siap baik lahir maupun batin untuk menapaki risalah rumah tangga cinta penuh barakah wal hidayah.

B. Agenda Cinta
Bila risalah telah terungkap, hati telah dipersunting oleh cinta, maka pernikahan barakah menjadi kebahagiaan yang luar biasa. Itu adalah risalah cinta yang sudah terbukti seratus persen kebenarannya. Pikiran yang tidak keruan menjadi tenang, hati yang gundah menjadi tenteram, dan rasa bahagia penuh syukur yang membuncah bagaikan ketiban uang jutaan rupiah. Ajib...! Kita seolah menjadi tawanan bagi pujaan hati kita, begitu pun sebaliknya. Keadaan ini membuat kita ingin selalu bertemu, menjaga, dan dijaga pasangan agar tidak lari dan diambil orang (memangnya barang apaan?!). "Barang siapa mencintai sesuatu, maka ia adalah tawanan bagi yang dicintainya." (Nashaih al-Ibad).

Sobat Cinta, kita boleh selalu ingin bertemu dengan cinta kita, namun tidak boleh terlena dari segala aktivitas kewajiban kita terhadap yang lain. Kita harus selalu memberikan yang terbaik dan mendahulukan yang kepentingan semua orang. Seandainya, kita tidak sering bersama dengan orang yang kita cintai di dunia, niscaya kesabaran akan membawa kita pada kebersamaan dengannya selamanya, meskipun di akhirat kelak. Rasulullah bersabda, "Seorang di akhirat akan dimasukkan ke dalam surga bersama orang yang kita cintai." (Jawahir al-Bukhari).

Salah satunya risalah cinta yang termanifestasi dalam agenda cinta yang lain adalah sikap tidak rasional kita yang selalu tergesa-gesa ingin bertemu sang kekasih. Kita menjadi orang yang tiada mengenal hujan dan badai, begitu juga tidak menghiraukan panas dan debu satu-satunya hal yang terlintas dalam pikiran adalah seribu satu cara untuk menemui sang pujaan secepat mungkin. Sepertinya, tak ada hal yang mampu menghalangi seseorang yang sedang kasmaran.

Everything is fine! How come? Ya iyalah, masa ya iya dong?! Emang enak makan kedondong?! (Padahal memang enak, apalagi kalau buat lotisan berdua dengan kekasih dengan cabe dan garam cinta, lalu ditambah manisnya gula kasih dan sayang!) Jalanan yang jaraknya ribuan kilo meter bisa terasa sekilo meter saja, lalu yang sembilan ratus sembilan puluh sembilan kilo di mana? Jawabnya ada pada para koruptor. Upz... apa hubungannya cinta dengan koruptor? Ya... setidaknya, para koruptor itu cinta pada jabatannya dan uang di depannya karena muatan cinta dalam hatinya tak berisolasi mesra, sehingga energi negatif menyelimuti hatinya hingga tiada malu dan basa-basi untuk mengambil uang yang menjadi hak orang lain. Bahkan, jalan pun diambil! Hihihi... Sungguh, dunia bergelimang uang itu sepertinya membuat mereka sangat bahagia. Ajib...! Mungkin, kata itu yang sering mereka katakan. Ini adalah contoh rasa cinta yang tidak benar perwujudannya.

Kala menyusuri jalan, tikungan terlihat seperti jalan yang lurus saja, tanjakan jadi turunan, bahkan lampu merah terlihat hijau, tancap gas dan prit... prit... prit... Pak Pos (Police on The Pos) pun menangkap. Isbir wasma', Sobat Cinta, bersabar dan dengarkan! Dengarkan apa kata hatimu, berpikirlah sebaik mungkin, dan jangan salah bertindak. Cinta merupakan energi yang dahsyat, saudaraku. Tapi hanya kesabaran dan bersikap siap siaga yang akan membawa cinta dalam keberuntungan. Kita tidak perlu tergesa-gesa untuk berjumpa dengan jodoh kita, karena Allah sudah menetapkan siapa dia. Kita hanya harus terus berikhtiar, berdoa, dan bertawakal kepada-Nya untuk pertemuan jodoh tersebut.

Sekobar-kobarnya api cinta yang menyala dan membuat kita tak sabar untuk segera bertemu kekasih, jika Allah belum berkehendak, maka pertemuan itu tidak akan terjadi. Allah yang menguasai kita dan kekasih kita, baik hati, jiwa, maupun raga. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS. Ali-'Imran {3} : 200).

Begitulah risalah cinta, kalau energinya sudah menjadi fokus dalam ingatan kita, bayangannya akan selalu nyata, tegak, dan diperbesar. Nyata dalam pikiran kita, tegak hingga tidak mudah tergantikan oleh hal-hal lain, serta diperbesar intensitasnya, sehingga selalu mengisi ruang pikiran kita. Dalam kitab Durratun Nashihin disebutkan, "Barang siapa mencintai sesuatu, maka ia akan banyak mengingatnya."

Cinta memang begitu bijaksana dan menyenangkan hati, sehingga selalu mengajak kita pada yang dicintai. Namun, kita tidak boleh lalai kepada Sang Pemberi Cinta. Jangan sampai ketika hati kita telah dirias oleh sang kekasih dengan lantunan syair cinta, kita hanya terus-terusan mengingat orang terkasih itu dan melalaikan-Nya.

Sesungguhnya, jika kita memasrahkan cinta kita hanya kepada-Nya, niscaya Dia yang akan selalu mengingatkan kita pada cinta kita dengan ketenangan dan ketentraman hati dan pikiran. Hal ini sangat berbeda dengan kecintaan kepada manusia yang kadang diliputi perasaan khawatir, cemburu, ingin menguasai, ataupun memiliki. Allah berfirman, "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. ar-Ra'd {13} : 28).

Jika cinta telah membahana di dunia hati kita dan pasangan kita, niscaya tak ada yang lebih merdu selain suara pujaan hati. Bahkan, suara tetangga tak terdengar lagi oleh telinga kita meski mereka di samping kita. Suara guru kita juga tak terdengar saat mengajar karena pikiran kita telah dipenuhi oleh ingatan tentang sang kekasih, sehingga malas untuk mengikuti pelajarannya. Berdasarkan pengalaman Phy, ketika cinta melingkupi hati, yang ada hanyalah rasa kantuk di kelas dan keinginan segera pulang untuk berjumpa dengannya.

Wahai Sobat Cinta, mohon jangan meniru apa yang pernah Phy lakukan. Itu adalah perbuatan tercela dan dekat dengan dosa. Sesungguhnya, ketika guru-guru kita sedang berbicara, yang disampaikan adalah bait-bait cinta kepada para muridnya dalam bentuk ilmu dan pengalaman yang dibagi bersama. Cinta guru kepada murid adalah cinta yang tulus. Kesuksesan para murid dalam menguasai materi, keberhasilan dalam ujian, dan kesempatan melanjutkan pendidikan lebih tinggi, hingga kelak menjadi orang sukses adalah kebanggaan dan balasan yang sangat indah atas doa mereka yang tiada henti. Cinta seperti itu adalah cinta yang membawa kebaikan dan manfaat.
Archimedes dan Aristoteles takkan mengerti
Medan magnet cinta yang berinduksi di antara kita
Newton dan Edison juga takkan sanggup
Merumuskan E= m c2
Ah, tak sebanding dengan momen cinta kita

Oh, para fisikawanku
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Maya, terbalik, dan diperkecil
Dengan kekuatan lensa maksimum, kemudian tampak
Nyata, tegak, dan diperbesar
Bagai tetes minyak milikan jatuh
Di ruang hampa

Wahai bapak ibu pembimbingku
Engkaulah fisikawanku
Dan aku, penerus perjuanganmu, fisikawan muda
Yang baru tereksitasi oleh medan cintamu

Cintaku lebih besar dari bilangan Avogadro
Walau jarak kita bagai matahari dan pluto
Saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu
Berinterferensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna
Tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan
Angular yang tak terbatas
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh
Oleh tetapan gaya
Bahkan hukum kekekalan energi
Tak dapat menandingi
Hukum kekekalan cinta antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik equilibrium
Yang sempurna
Yang tak kan tertembus oleh kuatnya sinar gamma
Dengan inersia tah terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita
Cinta antara engkau dan aku
Antara fisikawan dengan fisikawan muda

(digubah dari puisi cinta sang fisikawan)
Begitulah cinta, kekuatannya seolah bisa menyihir siapa saja yang sedang jatuh cinta. Pikiran dan hati hanya dipenuhi ingatan akan kekasihnya. Tak ada yang lebih penting selain memikirkan tentang kekasih, berangan-angan tentangnya, ingin mendengar tentangnya saja, dan menganggap perkataan kekasihnya adalah segalanya. Tak ada lagi kepedulian terhadap hal-hal lain ataupun ucapan-ucapan orang lain. Kebenaran dianggap milik kekasihnya.

Sobat Cinta, kita adalah ciptaan-Nya yang dikaruniai akal, sehingga sudah selayaknya kita menggunakannya dengan tepat, untuk memilah yang benar dan salah, yang baik dan buruk, dan sebagainya. Cinta yang hadir dalam diri kita. Sejatinya, cinta adalah sesuatu yang indah dan tidak memabukkan. Hanya cinta yang tidak berjalan seiring hati dan akal sajalah yang akan menjadi cinta yang dapat memabukkan. Seperti sabda Rasulullah, "Kecintaan terhadap sesuatu dapat memabukkan dan menulikan." (HR. Abu Daud, Risalah al-Qusyairiah).

Jika cinta sudah mengakar kuat dalam pohon hati kita, maka cinta dapat menimbulkan kepatuhan, baik berupa kepatuhan hamba kepada Sang Pencinta Sejatinya, istri kepada seorang suami (bukan berarti istri-istri takut suami loh...), atau murid kepada gurunya.

Kepatuhan kepada sang kekasih memang sikap yang baik asalkan tidak sampai menjadikan kita budak cinta. Kita boleh membahagiakan kekasih, memberikan sesuatu yang dimintanya, atau melakukan segala yang diinginkannya. Tetapi, semua itu tetap pada koridor yang wajar, tidak berlebihan, melewati batas, sehingga tidak menjadikan kita sebagai budak baginya. "Barangsiapa mencintai sesuatu (berlebihan), maka dia adalah budaknya." (Nashaih al-Ibad).

Wahai Sobat Cinta, sesungguhnya kepatuhan yang berlebihan merupakan sebuah kewajiban yang hanya boleh dan wajib tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Ketahuilah, bahwa kemenangan atas cinta dan segalanya hanyalah karena ketaatan kepada Allah semata. Allah telah berfirman, "Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar." (QS. al-Ahzab {33} : 71).

Kita berusaha membuat kekasih kita senang dengan mematuhi dan memenuhi keinginan kekasih. Karena cinta adalah kondisi di mana kebahagiaan orang yang dicintai sangat penting bagi diri orang yang mencintai (Robert Heinlein). Tetapi, sekali lagi, kita tidak boleh berlebihan sehingga menjadi budak cinta.

Sikap kepatuhan akan dapat mendorong kemauan untuk rela berkorban, apalagi kepada kekasih kita, merupakan sikap yang baik, tetapi pengorbanan itu harus berdasarkan keikhlasan, bukan demi tujuan tertentu. Pengorbanan adalah amal shalih yang akan mendapatkan balasan jauh lebih besar, maka berkorbanlah untuk orang lain karena Allah semata. Hanya Allah yang akan membalas keshalihan kita. Allah pun berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. an-Nahl {16} : 97).

Risalah cinta jika agendanya dijaga, maka akan membuahkan ketulusan untuk membangun rumah cinta. Namun, jika risalah cinta tak dijaga, maka virus trojan cinta akan mendiami diri. Virus itu berupa pengganggu romantika cinta, seperti cemburu, rasa memiliki yang berlebihan, adanya saingan (orang ketiga), ataupun poligami yang tak terkondisi. Virus seperti ini biasanya terjadi karena kurang memahami situa yang sedang terjadi pada diri masing-masing pasangan tersebut atau karena sikap kurang terbuka di antara keduanya.

Jika kita benar-benar saling mencintai, maka cintailah pujaan hati sekedarnya saja dan jangan berlebihan. Terkadang, sesuatu yang kita sukai, mungkin justru kita benci di kemudian hari, begitupun sebaliknya. Pemahaman dan keyakinan yang harus ada dalam bercinta adalah segala sesuatu itu milik Allah, semua hanyalah titipan dari-Nya. Hanya Allah yang paling tahu apa dan siapa yang terbaik untuk umat-Nya. So, jangan pernah merasa kita benar-benar memiliki kekasih kita, tapi Allah-lah pemiliknya, guys. Jika suatu saat melihat kekasih kita sedang bersama orang lain, maka hati kita tetap tenang. Kita cukup berkata, "Dia kan bukan milikku... bukan milikmu..., dia hanya titipan Tuhan kepadaku."

Sobat Cinta, hentikan tindak kriminal atas nama cinta, apalagi sampai mencelakakan orang lain. Mari kita belajar menyikapi hidup dengan sabar dan ikhlas dalam bercinta. Dengerkan kata hatimu, biarkan ia merisalahkan cinta untukmu.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Sabtu, 16 Oktober 2010

6. Kisi-Kisi Cinta

Oh... cinta, sungguh banyak kenikmatan yang selalu engkau tawarkan sejak kami dilahirkan. Engkau selalu mengiringi detak-detak jantung kami. Keindahanmu membawa kami pada sikap kelemah-lembutan dan kehadiranmu memberi kami semangat untuk bangkit dari kebodohan dan keterpurukan.


Cinta, meski kami tak bisa memandanmu, namun energi ramahmu merangkul dan menggandeng kami dengan erat menuju keindahan hidup. Bila muatan-muatan hati ini cemberut dan hitam, engkau datang menghibur kami, menggantikan muatan hatti ini dengan canda mesra getaran energimu. Cinta, kau buat kami layaknya matahari bagi sang rembulan, kau membisiki kami agar kami tetap seperti matahari bagi pelangi, dan kau mengajari kami seperti matahari bagi bunga mawar. Meski malam menjamaah dengan dinginnya membekukan hati kkami, namun sentuhan lembutmu, cinta, membawa kami dalam kehangatan hidup ini.

Bila engkau tak menumbuk hati kami, niscaya tak pernah kami mengenal keagunganmu. Sungguh, kami terpesona kala engkau, cinta, menyanding kami dengan bualan nyatamu yang dapat memberi kami semangat hidup menggapai keindahan cinta Tuuhan. Hanya karena cinta, kami bisa bersenandung shalawat cinta kepada nabi seluruh umat manusia.

Sungguh, embun-embun jernihmu, cinta, membasuh kelamnya pandangan kami akan dunia. Serbuk-serbuk cinta yang terbang terbawa angin, kemudian menyelinap di sela-sela tulang rusuk kami dan membawa kami ke dalam kehangatan. Cinta, meski terkadang kami khawatir dan ragu akan keadaan kami, namun engkau mendekap kami, hingga akhirnya kami temukan jati diri ini. Bersamamu, kami lewati lebih dari seribu malam. Bersamamu, kami lewati lebih dari seribu malam. Bersamamu, kami arungi samudera dan benua yang terdalam. Saat ini, hanya satu pinta kami kepadamu, cinta, sampaikanlah rintihan hati ini kepada Tuhan. Semoga Dia beri kami satu kesempatan lagi, izinkan kami untuk memeluk cintanya, mencium kening lembutnya, dan memanggilnya dengan "Bunda". Karena, cinta lahir seiring detik waktu manusia tercipta dalam rahim bunda.

Terima kasih cinta... Kisi-kisi cintamu telah bervibrasi (bergetar) di medan hatiku, sehingga kurasakan keagungan dan keindahan cinta-Nya.

Bacai Lanjutanna Sere'battang...

5. Superposisi Dua Cinta

Cinta adalah rambatan gelombang perasaan yang awalnya bergetar dalam kisi hati kita. Bila dua cinta bertemu dalam suatu lintasan gelombang di mana gerakannya saling melengkapi dan saling menyeimbangkan, maka akan terjadi superposisi dau gelombang. Energi interferensinya yang ada akan menjadi sangat dahsyat. Nah, bagaimanakah bila cinta kepada Allah dan Rasulullah saling menjalar di relung jiwa kita? Akankah keduanya bersuperposisi menjadi cinta sejati yang tak bisa digantikan oleh dunia seisinya?

Cinta adalah hal yang wajar untuk kita rasakan kehadirannya. Akan tetapi, cinta itu harus membawa kita pada dimensi tanpa ruang dan waktu, sebuah dimensi tanpa batas, yakni taman cinta Addam dan Hawa. Taman yang dinantikan seluruh umat manusia.

Cinta itulah yang akan mengantarkan kita pada taman seribu cinta. Taman itu adalah surga cinta yang penuh keindahan dan digenangi oleh air mata cinta. Cinta itu adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta ini pun adalah cinta antara sesama manusia yang dilandasi oleh cinta karena Allah.

A. Sang Semesta Cinta
Biasanya, cinta berawal dari sebuah pengamatan, sebuah pengenalan, dan sebuah pemahaman. Cinta tidak akan pernah lahir tanpa sebuah pengetahuan tentang siapa yang kita cintai itu. Cinta selalu membawa pada pengetahuan akan diri, baik diri kita atau diri yang kita cintai.

Lalu, bila kita ingin mengenal yang kita cintai, kita pasti ingin dan merasa wajib untuk melihatny. Seperti halnya, saat ayah ingin mempersunting ibu kita. Ayah melakukan taaruf dulu untuk mengetahui siapa sebenarnya ibu itu. Kemudian, ayah diizinkan untuk melihat ibu sejenak. Itu adalah proses mengenal manusia, tapi, bagaimana jika kita ingin mencintai Allah? Apakah kita juga harus dan bisa melihatnya? Padahal, kita bisa melihat-Nya melalui ciptaan-ciptaan Allah swt.

Keberadaan dan kekuasaan Allah dapat kita saksikan dengan memikirkan dan menyaksikan penciptaan semesta, mengamati kelakuan matahari, bagaimana bulan dan bintang bercanda di malam hari, bagaimana langit tersenyum saat senja datang, gunung mengeluarkan larvanya dengan bentuknya, lautan menjadi ganas karena ulah manusia, serta bagaimana perilaku makhluk lainnya. Bukti keberadaan Allah lainnya adalah dengan melihat segala yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Seperti dalam firman Allah swt.: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat..." (QS. Al-Baqarah {2} : 186).

Rasa syukur seharusnya selalu haadir dalam diri kita karena menyadari segala nikmat yang telah diberikan Allah swt., sehingga akan menambah kecintaan kita kepada-Nya Cinta itu yang membuat jiwa kita haus akan kerinduan kepada-Nya dan insya Allah akan mendatangkan keridhhaan-Nya. Kenapa kita merasakan kehadiran-Nya yang begitu dekat? Karena Allah pasti akan membalas cinta kita juga, mencintai hamba-hamba ciptaan-Nyaa yang sungguh-sungguh mencintai dan dicintai karena Allah.
"Ketika Allah Azza wa Jalla mencintai seorang hamba, maka Dia berfirman kepada Jibril: 'Wahai Jibril, Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia!' Lalu Jibril pun mencintai si fulan dan selanjutnya menyeru kepada penghuni langit: 'Sesungguhnya, Allah benar-benar mencintai si fulan, maka cintailah dia!' Lalu penghuni langit pun ikut mencintai si fulan itu." (HR. Muslim dan Abu Hurairah, Risalah Al-Qusyairiyah).

Subhanallah, sungguh kecintaan kita kepada Allah itu sangat agung. Semesta cinta karena-Nya akan membuat kita bersujud di atas madah-madah sajadah cinta untuk bertasbih dengan sangat indah, meski segenapp nafas mulai berkurang. Allah akan mencintai kita dan seluruh penghuni istana cinta termegah dan terindah. Allahu Akbar!

Sungguh, Sobat Cinta, cinta yang hakiki itu hanya untuk-Nya dan milik-Nya semata. Cinta itu adalah cinta tertinggi di atas cinta untuk harta benda, kepada sesama manusia, kepada makhluk lain, dan alam semesta. Cinta kepada dan karena Allah adalah tingkatan cinta yang paling agung. Cinta ini adalah cinta di atas segala cinta yang akan membawa pada keridhaan, kenikmatan, dan kemuliaan hidup. Pada akhirnnya, cinta ini akan memuliakan yang kita cintai.

Sungguh, Phy ingin meneguk air zam-zam cinta agar bibir ini sesuci embun pagi dan selalu menggunakannya untuk melafadzkan tasbih-tasbih cinta kepada-Nya.

Best Lover, cintailah cintamu karena kecintaan kita kepada Allah. Bawalah cintamu terbang ke atas singgasana Allah. Bawalah cintamu terbang ke atas singgasana istana cinta untuk menjemput cinta Allah. Kemudian, istirahatlah dengan cintamu setelah kau dapatkan persinggahan cinta di sisi cinta-Nya. Semangatlah untuk menggapai cintamu!

B. Shalawat Cinta
Cinta yang paling agung adalah kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian keluarganya, para sahabat, tabi'in, alim ulama, guru, ibu, bapak, dan para pemimpin. Dengan mencintai Rasulullah, akan tertanam semangat meneladani sifat, sikap, dan perilaku nabi. Karena mencintai Rasul, kita akan senantiasa ingin menyenandungkan shalawat kepada nabi. Shalawat itu adalah puji-pujian kita kepada sosok yang sangat kita cinta, yang hanya kepadanya kita mencontoh segala hal dalam hidup.

Mencintai Rasul akan memberikan anugerah yang luar biasa kepada kita. Dengan bershalawat sekali saja, maka Allah akan bershalawat untuk kita sepuluh kali lipat. Subhanallah, sebuah investasi yang dahsyat. Allah bershalawat untuk kita sekali saja, niscaya beribu keberuntungan akan kita dapatkan. Nah, bagaimana dengan sepuluh kali lipatnya? Sungguh, Allah Maha Pemurah.

Mencintai Rasul akan tercermin pada dirri kita dalam meneladani kepribadian beliau. Dengan mencintainya, kita akan mengikuti jejak alangkahnya untuk menjadi pribadi yang santun, pemaaf, dan tegas. Dengan mencintai Rasul, Allah akan selalu memudahkan jalan cinta untuk kita.

Sobat Cinta, cintailah Rasulullah saw. melebihi kecintaan pada diri kita sendiri. Karena kecintaan kepada Rasulullah akan membawa kita pada syafaatnya di yaumil akhir kelak. Sungguh, syafaat Rasul selalu dinantikan oleh para ulama, guru-guru kita, ustad, ustadzah, para hamba shalih dan shalihah, dan juga para pejuang dakwah. Nah, bagaimana dengan kita yang masih biasa-biasa saja? Akankah kita tidak berharap syafaatnya? Akankah kita tidak mengharapkan cintanya? Atau kita tidak mau berusaha menggapai cinta dengan jalan mencintainya, mengikuti jejaknya dan mengamalkan segala sunah dan perintahnya?

Itulah dua cinta yang apabila bersuperposisi dalam hati kita maka akan terasa kepatuhan kepada keduanya dan energi cinta yang berinterferensi akan sangat dahsyat sekali.

Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Jumat, 15 Oktober 2010

Muharram 1431 H

Di penghujung bulan Dzulhijjah 1430 H
Telah banyak amal perbuatan 'baik atau buruk'
Qta mesti bersegera tuk bertaubat
Dan memohon ampunan kepada-Nya


Terkadang kita terlena dengan duniawi
Hingga tidak mengindahkan lagi ukhrawi
Sampai membuat Qta buta mata hati dan batin
Hanya karena segelintir urusan sementara

Seiring dengan bergulirnya waktu Ashar menjelang Maghrib
Maka tiba masa pergantian tahun baru Hijriah
Dari penghujung Dzulhijjah 1430 H
Menuju gerbang Muharram 1431 H

Sama-sama berHijrah
Hijrah dari perbuatan buruk menuju kebaikan
Hijrah dari waktu yang disia-siakan
Hijrah dari tempat terpuruk menuju kedamaian
dan Hijrah dari godaan Dunia

Itulah sekelumit hidup di dunia
Belum tentu di akhirat kita selamat
Meski bahagia di dunia namun.....
jika di akhirat susah-ranah-duka
Apalah artinya hidup berkalang harta dan cinta


Written By Sahrul
Tgl : 1 Muharram 1431 H
19 Desember 2009 M
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Tahajjud VS Dhuhaa (By Sahrul Djamuddin)

Terjadi Percakapan antara Shalat Tahajjud dg Shalat Dhuhaa

Persamaannya
Tahajjud n Dhuhaa : Kita sama-sama sunnat


Bedanya
Tahajjud : Aq dilaksanakan pada sepertiga malam
Dhuhaa : Aq dilaksanakan pada sepertiga hari

Tahajjud : Aq dikerjakan pada saat orang terlelap dari tidurnya
Dhuhaa : Aq dikerjakan pada saat orang lagi disibukkan dengan aktifitasnya ~ pekerjaannya

Tahajjud : Aq dilakukan pada saat kesunyian malam
Dhuhaa : Aq dilakukan pada saat keramaian hari

Tahajjud : Kebanyakan laki-laki yang menunaikan Aq
Dhuhaa : Kebanyakan perempuan yang menunaikan Aq

Tahajjud : Aq pengantar menjelang Subuh ~ Pagi
Dhuhaa : Aq pengantar menjelang Dhuhur ~ Siang

Tahajjud : Aq ditunaikan semata-mata karena mereka berhajat ~ meminta sesuatu
Dhuhaa : Aq ditunaikan semata-mata karena rezekinya ~ ingin dimudahkan dan dilapangkan

Sabtu, 26 Desember 2009
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Pembagian Alam Versi Harmasrul

Menurut Versi HarmaSrul:

Alam dipartisi menjadi 7 bagian yakni:

1. Alam Arwah

Dimana alam ini sebelum manusia dilahirkan sudah ada perjanjian antara calon Hamba dengan Tuhan-Nya.


2. Alam Roh

Dalam alam ini calon Hamba atau manusia akan ditiupkan roh di dalam rahim ibunya sebelum ia dilahirkan dan akan menjalani proses beberapa bulan dalam kandungan sang Ibu.

3. Alam Syahadah

Yaitu alam dunia, artinya manusia sudah dilahirkan dalam bentuk bayi yang masih suci dan bersih lahir batin.

4. Alam Sakratul Maut

Alam ini merupakan alam yang paling menyedihkan dan di sinilah diuji kesabaran seorang hamba dalam mempertaruhkan hidup dan matinya yang akan menantinya sebelum masuk ke liang lahat.

5. Alam Kuburan

Nah ini adalah alam yang sangat mengerikan, karena setiap manusia akan mengalami yang namanya kematian dan orang yang mati otomatis memasuki alam ini dimana penyiksaan silih berganti datangnya berdasarkan dengan amal dan perbuatan seseorang.

6. Alam Barsyakh

Yaitu alam perhitungan yang mana setiap insan akan dihisab segala amal perbuatannya baik perbuatan baiknya maupun perbuatan buruknya.

7. Alam akhirat

Inilah alam yang paling terakhir setelah melewati alam sebelumnya dan di sinilah kita akan mendapatkan posisi kita sebagai hamba yang sejati yang berbuat kebaikan selama hidupnya ataukah hamba yang khianat yang berbuat maksiat selama hidupnya. Dan dalam alam ini disediakan cuma dua tempat yakni Syurga (untuk Hamba yang baik) dan Neraka (dipersembahkan bagi hamba yang berbuat kemungkaran) dimana masing-masing tempat ini terbagi lagi 7 tingkatan berdasarkan dengan amal dan perbuatan manusianya.

Dalam pembagian alam ini juga di patok dalam pembagian tubuh manusia yaitu:

1. Kepala

Mewakili alam arwah, karena kepala diibaratkan adalah pemimpin bagi seluruh alam merupakan bagian pertama yang akan keluar saat anda dilahirkan.

2. Tangan Kanan

Mewakili alam roh, dengan adanya roh yang akan ditiupkan ke dalam sang janin maka tangan kanan ini disimbolkan sebagai Penerima roh yang akan hidup sebagai Bayi –> Anak-anak –> Baligh –> Dewasa –> Setengah baya –> Kakek-kakek –> dan akhirnya meninggal.

3. Tangan Kiri

Mewakili alam syahadah artinya manusia setelah dilahirkan akan hidup dengan berbagai perbuatannya apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan tidak baik.

4. Kaki Kanan

Mewakili Sakratul Maut yaitu mewakili bahwa kita akan memasuki liang lahat dengan kaki kanan roh kita tapi sebelumnya harus melewati yang namanya sakratul maut atau alam tenggorokan.

5. Kaki Kiri

Mewakili Alam Kubur dimana kaki kiri roh kita akan melangkah setelah kaki kanan dalam mengarungi alam kubur setelah melewati alam tenggorokan tadi

6. Dada (Qalbu=Hati)

Mewakili Alam Mahsyar karena segala perbuatan amal kita dihitung dan ditimbang-timbang dalam alam ini yang mewakili dari Qalbu atau hati sebab Hatilah yang jadi penentu dalam mempertimbangkan yang mana harus dan tidak harus diperbuat.

7. Roh/Nyawa

Mewakili Alam Akhirat sebagaimana roh akan melayang dan pergi meninggalkan semua yang ada di dunia ini dan seperti itulah juga semua alam akan kita tinggalkan nanti kecuali hanya satu yang masih tertinggal yaitu alam akhirat yang mana di dalamnya telah disediakan dua tempat dengan tujuh tingkatannya masing-masing yaitu Syurga dan Neraka.

Juni 28, 2009
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Nama-nama Surah Al-Fatihah

Menurut kitab Khazinatul-Asrar karangan al-Ustadz Muhammad Hakky an-Nazily, Surah al-Fatihah ini mempunyai 30 nama.

Nama-nama itu ada yang diambil dari berbagai hadis Nabi mengenai al-Fatihah dan ada pula nama yang ditetapkan oleh para Sahabat dan Tabi’in.

Nama-nama tersebut adalah:

1. AL-FATIHAH ATAU FATIHATUL KITAB

Artinya : ialah Pembuka atau pembuka kitab.

2. UMMUL KITAB

Artinya induk kitab ini diartikan karena al-Fatihah mengandung semua persoalan yang terdapat dalam Al-Qur’an yaitu Ketuhanan, Alam, Akhirat, Ibadat dan Sejarah-sejarah.

3. UMMUL QURAN

Artinya induk al-Qur’an, karena al-Fatihah isinya dianggap sebagai keringkasan dari isi seluruh al-Qur’an

4. AL-QURAN AL AZHIM

Artinya bacaan agung, karena isi al-Fatihah ini semuanya mengenai masalah-masalah yang amat besar atau agung

5. AS-SAB’UL MATSANY

Artinya tujuh yang berulang-ulang, karena memang terdiri atas 7 ayat dan dikatakan berulang-ulang karena memang banyak ayat-ayatnya dibaca berulang-ulang, baik dalam ayat-ayat al-Quran lainnya atau dalam shalat atau di luar shalat. Ada juga yang mengartikan kata Matsany itu berarti 2 bagian, karena dalam al-Fatihah itu terbagi dua, satu bagian untuk Allah dan satu bagian untuk manusia. Dan adapula yang mengartikan kata-kata Matsany itu berarti sanjungan, karena setiap ayat dari al-Fatihah itu berisi sanjungan atau pujian terhadap Allah.

6. AL-WAFIAH

Artinya mencakup karena isinya mencakup seluruh isi al-Quran dan meliputi keterangan-keterangan tentang Allah dan keterangan tentang manusia.

7. AL-WAQIAH

Artinya tameng, nama ini diberikan oleh Yahya bin Abu Katsir karena al-Fatihah ini dapat menamengi (menjaga) orang-orang yang membacanya dari berbagai bahaya dan penyakit, karena hadits yang diriwayatkan oleh ad-Dailamy dari Imra bin Hushain ra: Telah bersabda Rasulullah saw: “Siapa yang membaca al-Fatihah dan ayat Kursi di rumahnya tidak dapat menimpa kepadanya penyakit ‘ain dari manusia atau jin di hari itu”.

8. AL-KANZU

Artinya perbendaharaan atau tempat yang penuh dengan barang-barang berharga. Nama ini diambil dari hadis: Bersabda Rasulullah saw: “Allah berfirman bahwa al-Fatihah adalah suatu perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Arasy-Ku.” Tentu saja karena isi dari al-Fatihah adalah ibarat barang-barang sangat mahal harganya.

9. AL-KAFIAH

Artinya memadai, karena al-Fatihah ini mencakup semua ayat-ayat dalam al-Quran dan ayat-ayat lain tidak mencakup akan isi al-Fatihah ini.

10. AL-ASAS

Artinya sendi atau dasar, karena al-Fatihah dianggap sebagai dasar dari al-Quran dan ayat Bismillahirrahmanirrahim dianggap sebagai dasar al-Fatihah.

11. FATIHATUL QURAN

Artinya pembuka al-Quran karena letaknya di permukaan al-Quran atau boleh juga diartikan sebagai pintu masuk ke al-Quran.

12. SURATUN NUUR

Artinya surah cahaya karena surah ini banyak membawa penerangan kepada manusia.

13. SURATUL HAMDI

Artinya surah pujian karena isinya penuh dengan pujian kepada Allah.

14. SURATUS SYUKRI

Artinya surah syukur karena isinya penuh dengan syukur kepada Allah.

15. SURATUL HAMDIL ULA

Artinya surah pujian pertama.

16. SURATUL HAMDIL QASHWA

Artinya surah pujian terakhir.

17. SURATUR RUQYAH

Artinya surah mantera atau obat karena dengan surah ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit sebagai tersebut dalam hadis Abu Said al-Khudri.

18. SURATUS SYIFA’

Artinya surah yang mengandung kesembuhan (obat).

19. SURATUS SYAFIYAH

Artinya surah yang menyembuhkan.

20. SURATUS SHALAH

Artinya surah yang dibaca tiap shalat.

21. SURATUD DO’A

Artinya surah yang berisi doa. Tiap kita membaca surah ini berarti kita berdo’a.

22. SURATUT THALAB

Artinya surah berisi tuntutan (permintaan).

23. SURATUS SU’AL

Artinya surah yang berisi permintaan.

24. SURATU TA’LIMIL MASALAH

Artinya surah yang mengajarkan cara berdoa, yaitu dimulai (dengan memuji dan mengenangkan kebesaran Allah).

25. SURATUL MUNAJAH

Artinya surah yang berisi bisikan terhadap Allah.

26. SURATUT TAFWIDH

Artinya surah yang berisi penyerahan diri kepada Allah.

27. SURATUL MUKAFAAH

Artinya surah imbangan, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai imbangan terhadap harta benda orang lain (hadis).

28. AFDHALU SUWARIL QURAN

Artinya surah yang terbaik dalam al-Quran.

29. AKHIRU SUWARIL QURAN

Artinya surah penutup dari al-Quran.

30. A’ZHAMU SUWARIL QURAN

Artinya surah terbesar dalam al-Quran. Di dalamnya terdapat berbagai kitab tafsir.

Nama-nama tersebut di atas ini ditambah dengan beberapa nama lagi yaitu:

31. SURATUL MINNAH

Artinya surah yang mengandung cita-cita.

32. SURATUL MUJZIYAH

Artinya surah yang memberi balasan.

33. SURATUL MUNJIYAH

Artinya surah yang dapat membebaskan manusia dari berbagai kesulitan.

34. SURATUS TSAQALAIN

Artinya surah jin dan manusia.

35. SURATU MAJMA’IL ASMA’

Artinya surah yang mengandung nama-nama Allah
Bacai Lanjutanna Sere'battang...