Tampilkan postingan dengan label Pengumuman: Tidak ada sekolah murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengumuman: Tidak ada sekolah murah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2010

Anak TK Sasaran Iklan

Anak TK: Sasaran Iklan!
(Tumbuh Cerdik, Cerdas, Cermat, Boros dan Malas)

Mari kita cermati gambar iklan berikut:






Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Ketika Bapak-Bapak Lagi FITNESS

Percakapan orang tua yang membanggakan anaknya. Mari kita simak percakapan mereka


Pak Tress yang lagi angkat barbel: Joni anakku akhirnya sekolah di Global School. Mahal sih, tapi yang ngajar pake bahasa asing semua...

Pak Danu Dokter spesialis yang lagi naik sepeda fitnes: Anakku sekarang sekolah di Playgroup Istana. Mahal juga tapi kegiatan musik klasiknya benar-benar dahsyat...

Pak Wayjen yang kontraktor: Anakku di Playgroup Bina Anak Jujur. Mahal tapi pelajaran doanya lengkap, dari bangun tidur sampe tidur lagi...

Pak Arif cleaning service: Anak saya nggak sekolah. Tapi ikut sanggar Kuda Lumping. Lumayan buat beli beras...
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Anakku Harus Bisa Aja....

Orang tua bukan hanya suka pamer barang tapi juga pamer anak. Apa yang dibicarakan orang tua di arisan atau waktu kumpul-kumpul kecuali kecerdasan anaknya.
Anak bukan saja menjadi tawanan ambisi orang tua tetapi menjadi pelayanan bagi keinginan orang tua yang tak sempat mereka dapatkan di masa lalu.
Orang tua punya anak seperti orang zaman dulu punya binatang piaraan, diberi makan untuk kemudian dipamerkan kecerdasannya.

Mari kita simak berikut ini:
Alkisah ketika Ibu-ibu lagi pade Arisan...
mereka masing-masing membicarakan tentang anaknya.
Ibu A: Jeng, Cindy anak saya, sudah bisa Bahasa Inggris lho. Padahal baru usia tiga tahun.
Ibu B: Didik anak saya, baru tiga tahun, sekarang sudah bisa main laptop papinya.
Ibu C: Sony, anak saya yang baru tiga setengah tahun sudah hapal nama menteri dan penyanyi.
Ibu D: Ike, anak saya, yang baru empat tahun, sudah pinter dandan.

Inilah anak-anak berbakat:
Cindy Anak A: Oh sh*t! I will kick your *ss! F**k you!
Didik Anak B: Iya, laptop papi itu, tempat sembunyi monster Godzilla...
Sony Anak C: Delon, Siti KDI, Tia AFI, Adit AFI, Menteri? AFI Juga?
Ike anak D: Kalo Ike nggak nurut, pasti mama marah...
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Rabu, 17 November 2010

Pertemuan Orangtua dengan Pihak Pengelola TK

Pengelola TK: Bapak Ibu, berhubung besok kita akan wisata melihat industri pesawat terbang, maka kami meminta tambahan biaya untuk ongkos pemberangkatan dan konsumsi. Surat besaran biaya akan kami susulkan. Bagaimana? ada yang ingin usulkan tambahan?
Orangtua murid 1: Kami setuju
Orangtua murid 2: Wah biaya lagi biaya lagi
Bapaknya si Anu: Memang, mendidik anak pinter harus keluar ongkos
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Pelajaran Etika di TK

Pelajaran Etika penuh larangan:
Larangan:
1. Jangan ngompol di kelas
2. Jangan membantah perintah orangtua
3. Jangan melawan nasehat ibu bapak guru

4. Jangan menangis kalau pelajaran dimulai
5. Pokoknya jaga ketertiban
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Selasa, 16 November 2010

Siklus Anak di Playgroup

Berbaris yang rapi ya! kata bu guru

Waktu pagi: Pelajaran 1
Belajar menebalkan huruf

Pelajaran 2: Mari kita belajar bahasa Inggris. Ibu tunjuk, kalian yang sebutkan ya. One, two, three 8x...
Anda bosan dengan kata One...two...three yang diulang-ulang? itu belum seberapa bila dibanding dengan kebosanan anak-anak playgroup belajar mengeja angka.

Pelajaran 3:
Bu Guru: Mari kita belajar lagi hari ini menebalkan huruf.
Anak-anak 1: saya capek buk.
Anak-anak 2: saya juga.
Anak-anak 3: wek.
Anak-anak 4: buk kapan pulang?

Pelajaran 4:
Siang hari bu guru udah capek
Bu guru: Saatnya sekarang untuk tidur siang...
Anak-anak 1: Pulang
Anak-anak 2: Maem
Anak-anak 3: Eskrim
Anak-anak 4: Nonton filem

Pelajaran 5:
Sore hari
Bu Guru: Ayo kita mandi yang tertib ya!
Anak-anak: Iya bu guru.

Acara pulang:
Anak sudahi aktifitas dengan baju rapi kembali, dijemput para pembantu.

Pas pulang...
Anak: Ibu kok nggak jemput sih?
Pembantu: Besok Den, Ibu lagi sibuk sekarang, sama simbah dulu ya...

Hari berikutnya...
Anak: Ibu mana? kok nggak jemput sih?
Pembantu: Besok Den, Ibu lagi sibuk sekarang, sama simbah dulu ya...

Seminggu kemudian...
Anak: Ibu kok nggak pernah jemput sih?
Pembantu: Besok Den, Ibu lagi sibuk sekarang, sama simbah dulu ya...

Minggu berikutnya...
Anak: Ibu lagi sibuk ya mbah?
Pembantu: Iya Den, Ibu lagi sibuk sekarang, sama simbah dulu ya...

Dua hari setelahnya...
Anak: Ibu masih sibuk ya mbah?
Pembantu: Iyo Den, Ibu masih sibuk sekarang, sama simbah dulu ya...

Selang tiga hari...
Anak: Ibu sibuk terus ya mbah?
Pembantu: Iya Den... sekarang sama simbah dulu ya...

Dua minggu berikutnya...
Anak: Tadi ibu guru ngajarin lagu baru.
Pembantu: Lagu apa Den? Coba ayo nyanyi...

Seminggu kemudian...
Anak: Mbah, besok disuruh bawa tanaman.
Pembantu: Iya Den, nanti Simbah cariin di kebun...

Dan pada suatu hari...
Anak: Kata simbah jangan mau kalo diajak orang asing.
Orangtuanya: Asing? aku ini ibumu nak...
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Play Group itu Menyakitkan atau Menyenangkan?

Inilah sekolah anak yang selalu beranggapan kalau anak itu perlu diajari apa saja. Dari mulai bahasa hingga komputer kini jadi pelajaran yang dipaksa untuk dikuasai.

Usia tiga tahun ada baiknya untuk belajar mulai dari bahasa hingga berenang. Pendidikan kita memang percaya kalau anak kecil bisa dipercepat kemampuannya dengan membuat sistem yang menyiksa.

Kalau perlu sekolah untuk anak kecil jam pelajarannya menyamai waktu buruh dalam bekerja.

Sekolah yang bisa memberi makan, mandi hingga tidur merupakan sekolah ideal.
Ideal ditentukan dari kemampuan sekolah untuk tidak membuat anak mengganggu karir dan aktivitas orang tua.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Dialog antara Orangtua dengan Pihak Sekolah di tempat Pendaftaran

Orangtua dimana-mana pasti menginginkan anaknya sekolah meski mahal biayanya sekarang.

Terjadilah dialog singkat antara Ortusis dengan pihak sekolah:

Ortusis: Rp.... Rp..... Rupiah terus....
Pihak sekolah: hmmmmmm..... maw gimana lagi?
Ortusis: Mahal sekali bu biayanya?
Pihak sekolah: Ini sudah ketentuan Bu, kalo ingin murah rawat sendiri anaknya. Untuk meningkatkan mutu, maka kita perlu biaya yang besar
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Play Group Gaya Penitipan

Kadang anak-anak yang dimasukkan di PG identik dengan tempat penitipan barang.

Struktur kegiatannya: mulai dari area bermain dimana jika ada anak-anak nakal yang dititip suka kerjain satpam dengan menggunakan ketapel dsan penjaganya juga udah dipermak kayak sulap aja yang udah nggak laku karena kebanyakan gaya seperti merokok di meja kerjanya tanpa menghiraukan lagi anak-anak di sekitarnya.

Dan jika anda berminat memasukkan anaknya mohon dibaca tarifnya:
Tarif Titip Anak:
Per 5 Jam : Rp.75.000
Per 10 Jam: Rp.150.000
Per 12-20 Jam: Rp.200.000
Bonus: Makan sajian 4 sehat dan sesempurna mungkin.
Fasilitas: Ruang permainan lengkap, perpustakaan dll.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Senin, 15 November 2010

Sekolah Harus Mahal

Semua orang kini nampaknya punya keyakinan seragam kalau mau bermutu sekolah harus mahal. Keyakinan yang memompa semangat para pengelola pendidikan untuk membuat sekolah dengan menu tarif yang beragam.

Mau menyekolahkan anak kini mirip dengan orang mau parkir kendaraan. Berapa jam yang anda habiskan maka tarif akan menyesuaikan.

Apalagi untuk siswa usia lima tahun sekolah mirip dengan pabrik kaleng susu. Ukuran dan fasilitas akan menentukan harga
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Tarif Pendaftaran Play Group

Biaya Kesehatan Rp.200.000/bln
Biaya Wisata Rp.250.000/bln
Uang Gedung Minimal Rp.2.000.000 (2 Juta)

Biaya Snack/Makanan Rp.100.000/bln
Biaya Mainan Rp.2.000.000/bln
Biaya Pelajaran Rp.300.000/bln
Biaya Les Bahasa Rp.300.000/bln

Kegiatan Tambahan (boleh pilih)
Komputer Rp.300.000/bln
Simpoa Rp.150.000/bln
Melukis Rp.250.000/bln
Berenang Rp.200.000/bln

Pihak Pengelola: "Mari bapak ibu silahkan pesan, dijamin anak anda akan merasa aman, tidak nangis dan jangan lupa... makin patuh sama orangtua."

Pengguna jasa: "Wah... ndaftar playgroup aja kaya di restoran fast food"
"Iya ya... trus, kalo gurunya kayak apa ya???
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Sekolah Pokoknya Nyanyi

di TK:
Ayo kita nyanyi... "di sana senang, di sini senang"
Tu wa ga pat Di sini...
Guru yang paling sering mengajak kita bernyanyi adalah guru TK. Nyanyilah sepuas-puasnya di TK karena sejelek apapun suara kita, tetap akan dibilang lucu..., coba kalo sekarang, bisa dilempar sandal.

Di SD:
Sekarang pelajaran musik, mari kita bersama-sama nyanyi lagu nasional, "Indonesia Pusaka"
Indonesia tanah air beta...
Biasanya guru SD mengajar hampir semua mata pelajaran, termasuk kesenian. Harap maklum bila kemampuan musik kurang. Mata pelajaran kesenian pun hanya diisi nyanyi... ala kadarnya.

Di SMP:
Mari kita menyanyikan lagu "Indonesia Raya"
Guru yang suka nyubit murid yang tidak nyanyi.
Lagu indah karya W.R. Supratman ini adalah lagu yang paling banyak di'Lipsync' oleh sebagian besar murid sekolah di Indonesia. Hati-hati saat melakukannya, dan awasi belakang, siapa tau ada pak guru.

Di SMA:
Ayo adik-adik, kita nyanyi bersama lagu "Maju Tak Gentar"
Disini peran senior yang juga sekaligus panitia orientasi/ospek yang aktif OSIS, sok galak tapi suka tebar pesona ke siswa putri maklum jika masih masa-masa orientasi maba.
Masa orientasi siswa, minggu perkenalan, atau apalah namanya, biasanya dilakukan pada siswa baru. Kebanyakan berisi aacara baris-berbaris, dan pasti sering disuruh nyanyi. Terutama Mars Sekolah.

Masa Kuliah:
Mari kawan-kawan, kita bersama-sama menyanyi "Darang Juang"
Seksi pengamanan harus siapkan Helm anti huru hara.
Demonstrasi tanpa nyanyi? kurang keren dan kurang bersemangat.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Yang Penting Nyanyi

Di sekolah pelajaran yang agak sedikit menghibur adalah menyanyi. Dari kecil kita dikenalkan dengan lagu-lagu perjuangan yang dibunyikan dengan suara serempak. Tiap ada upacara, nyanyi menjadi kegiatan wajib yang harus diikuti oleh semua siswa. Namanya pendidikan kurang afdol jika tidak membuat seorang bisa menyanyi. Nyanyi mirip dengan pelajaran doa dimana setiap peserta didik harus hapal tanpa perlu mengerti maksud dan tujuannya. Lagi-lagi tidak ada pelajaran mencipta syair lagu karena yang harus kita lakukan adalah 'menirukan' bukan menciptakan.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Sekolah itu penuh kerjaan

Di Play Gorup:
Ibu Guru bilangnya "Besok bawa bunga ya, karena kita berlatih menanam sambil bernyanyi lagu CANGKUL-CANGKUL YANG DALAM MENANAM JAGUNG DI KEBUN KITA, dan jangan lupa juga anak-anakku yang manis bawa pot, pupuk kandanng, ember, sekop kecil, topi dan bla-bla-bla-bla-bla..."

Di TK:
Ibu sarankan besok jangan lupa bawa makanan, karena kita akan piknik, terus jangan lupa bawa juga kado silang berisi makanan seharga Rp. 5.000, lalu... (ngerti aja dong untuk ibu lah).

Di SD:
Untuk latihan, kerjakan semua soal yang ada di Buku, terus kalo sudah jangan lupa minta tanda tangan orangtua, cap jempol boleh (jika ibu/bpknya buta huruf)

Di SMP:
Ingat hapalkan rumus-rumus fisika. Besok bapak mau test ulang, lengkapi juga catatannya. Besok akan saya periksa sekalian.

Di SMA:
Sekedar mengingatkan atau sekedar info, tugas pekerjaan tangan membuat panci jajaran genjang dikumpul besok pagi. Ada yang keberatan tidak? jika tidak ada keberatan yak sip itu udah bagus...

Di PT/Kuliahan:
Dosen: Jangan lupa tulisan terdiri dari 5000 konsonan, ketik 1 spasi dan pakai huruf times new roman, kertas harus 80 gram. Kalo tidak seperti itu, tugas kalian akann saya kilokan, biar jadi bungkus bakmi atau kacang.
Mahasiswa: Sambil kerja komputer hang terpaksa Ctrl+Alt+Del, ada yang mabuk tugas, ada yang bayar perjudul dengan solusi hubungi jasa pengetikan plus-plus.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Jumat, 29 Oktober 2010

Berikan Aku Pekerjaan Rumah

Tanda kalau kamu sekolah yaitu memiliki pekerjaan rumah alias PR. Yang harus dikerjakan di rumah untuk memberitahu atau sebagai barang bukti terhadap orang tua kalau kamu sekolah. PR bisa beragam bentuknya tapi yang jelas ia harus memberi kesibukan pada dirimu. Kesibukan itulah yang membuatmu merasakan bagaimana beratnya menjadi pelajar. Merasa berat itu tanda kalau kamu serius bersekolah! Dengan timbunan pekerjaan rumah kamu diajarkan untuk percaya kalau sekolah memang bukan sekedar tempat bermain. Sekolah berurusan dengan pekerjaan yaang dikerjakan hingga sampai di rumah.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Selasa, 26 Oktober 2010

Sekolah: Sana-Sini Aturan

Kalau mau disebutkan satu persatu betapa banyaknya aturan yang menimpa Murid-Murid (SD, MI), Pelajar-Pelajir (SMP, MTs), Siswa-Siswi (SMA, SMK, Aliyah), Mahasiswa-Mahasiswi (PT Negeri dan Swasta).
Di taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi kita dikucuri oleh banyak aturan. Macam-macam aturan yang terpampang, ada yang bilang untuk menanamkan nilai dan sebagian lain menyebut demi untuk meraih ilmu maka kedisiplinan perlu ditegakkan. Dan namanya aturan tak perlu menunggu usulan apalagi meminta pendapat siswa. Pokoknya bikian aturan karena itu beda sekolah dengan hutan rimba.

Hari pertama sekolah:
Inilah sekolah TK
Di sekolah nggak boleh nangis.

Di SD
Di sekolah ndak boleh bikin gaduh ya, harus patuh pada ibu guru jika ingin menuju puncak dan menjadi bintang.

Trus di SMP
Di sekolah pakaian harus rapi: Celana 3/4 biar irit, Baju dikeluarkan, Pamer kaos baru, Pake baju bebas, Pake singlet doang alasan panas.

Selanjutnya di SMU
Di sini tak boleh merokok, tak boleh hura-hura, dan siapa yang merasa jagoan akan kami hukum kata pak hakim (guru BP/BK) jangan merokok karena dapat menyebabkan kematian, jangan ditiru ya?.

Di Perguruan Tinggi (PT)
Aturan pertama kampus: Jangan protes!
Aturan kedua: jangan tinggal lama-lama di sini!
Aturan ketiga: Siapa yang nolak aturan pertama dan kedua akan kita DO..!!
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Tuntutlah Ilmu Sejak dari Ayunan

Sekolah itu lama sekali. Waktu masih bayi: Play Group, Waktu lagi belajar jalan: Masuk Taman Kanak-Kanak, Sudah bisa berlari: Masuk Sekolah Dasar, Sudah mampu berias sendiri (Pa... Papa ambil make-up mama lagi ya?!) : Masuk SMP, Sudah bisa naik motor (Pake jaket, helm standar biar keren-sambil teriak-teriak Ojek2): Masuk SMU, Bisa setir mobil (udah bisa membedakan mana parkir khusus rektor dan dosen meski parkir mahasiswa 1 km dari area Fakultas dan akhirnya kapok bawa mobil besoknya naik ojek deh): Masuk Perguruan Tinggi, Sudah bisa menikah (undangan menyebar kemana-mana, mohon doa restu, terlalu bangga dan irit): Masuk S2, Nikah, Punya anak (Ruang kuliah harap tenang! bayiku lagi tidur): Masuk S3, Nganterin anak Masuk TK: Sekolah Jurusan Lain.
Karena sudah dipanggil sampe berkali-kali dan tidak maju-maju, penganugerahan untuk wisudawan tertua kita tertunda.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Sekolah Memang Beban

Sekolah merupakan tempat sejuta kilo masalah (kilogram, kilometer dan kilo-kiloan). Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Pengantar sebuah Sekolah

Sekolah itu memang tempat yang luar biasa. Disana kita mendapat pengalaman yang menakjubkan sekaligus mengharukan. Di sekolah kita kemudian bertemu dengan guru atau kepala sekolah yang bajunya bersetrika licin. Di situ kita bisa bertegur sapa dengan beberapa teman yang sepatunya berwarna-warni. Selain menawarkan hukuman, sekolah juga memberikan perlindungan buat mereka yang bengal. Sebuah film yang memikat Children of Heaven memberikan kita kisah bagaimana kesetiakawanan diapit di tengah kerasnya aturan sekolah. Walaupun memberikan aturan yang agak konyol sekolah selalu bisa diterobos oleh siswa-siswinya. Pagar yang tinggi tak membuat siswa kuatir untuk memanjat atau melompatinya. Sekolah memang tak akan mampu memasung kebebasan dan kreativitas.

Sebaliknya sekolah ada baiknya untuk memekarkan imaginasi dan inisiatif. Walau agak berat guru memang bukan sekedar sosok yang bisa segalanya. Guru, seperti manusia pada umumnya, rentan keliru dan salah. Berhadapan dengan siswa yang hiruk-pikuk guru bukan bersandar pada kesabaran tapi juga sikap yang arif. Kearifan itu tercermin dari kerelaannya untuk menjadi punggung bagi kemajuan siswa. Kearifan itu diperlihatkan dari bagaimana mereka membebaskan siswa dari belenggu kenaifan dan sikap yang seenaknya. Guru hanya tangga bagi kemajuan peserta didik.

Nilai-nilai idiil ini hanya bisa diwujudkan jika guru diberi limpahan gaji dan perlindungan yang layak. Sayangnya kita selalu tidak mendapati keadaan yang sempurna. Guru nasibnya terlunta, apalagi yang tinggal di pedalaman. Dipotong sana-sini gaji yang sudah terbatas. Tak jarang ada guru yang bayarannya hanya bisa untuk membeli pasta gigi. Malahan di banyak tempat SK Pengangkatan mereka dijadikan jaminan untuk pinjaman kredit Bank. Di tengah nasib muram seperti ini, guru kemudian bisa berperan apa saja. Ada guru yang lalim dengan kebiasaan suka menghukum atau guru yang sabar tapi mengajar dengan keliru. Ringkasnya agak sukar menemukan guru yang bissa mendampingi murid yang riang maupun naif.
Rata Penuh
Terlebih-lebih sekolah dikurung oleh beragam masalah. Bukan sekolah, tepatnya pendidikan memang sedang dikepungg oleh ratusan problem. Tentang anggaran yang minim kita semua tahu. Tentang perundang-undangan yang tidak memberi kejelasan mengenai posisi guuru itu juga masalah. Dan kemudian soal otonomi yang ujung-ujungnya membuat sekolah menjadi tempat yang mahal. Dengan demikian sekolah berperan penting dalam mobilitas kelas. Seorang yang bersekolah punya peluang untuk menaiki tangga kelas sosial yang lebih baik.

Karenanya agak mendesak untuk menentang kredo yang selalu saja mengatakan: Jika ingin bermutu maka pendidikan harus mahal. Mahalnya sekolah dalam hal biaya memunculkan sekolah unggulan.
Bacai Lanjutanna Sere'battang...

Sabtu, 23 Oktober 2010

Sekolah itu MAHAL

Sejak jaman penjajahan hingga jaman edan seperti sekarang ini tidak pernah ada satupun sekolah yang bisa memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak mampu dan sanggup tuk mencicipi arti sebuah pendidikan dalam formalitas dibawah lembaga atau naungan Pemerintah atau Swasta.

Tapi sebagai bahan referensi bagi mereka yang belum mengerti atau belum paham apa itu sebenarnya jenjang pendidikan formalitas dalam mengarungi bahtera hidup. Karena semakin hari semakin terpuruknya keadaan dunia pendidikan di negara-negara pra sejahtera.
Baca or Download file di sini
Bacai Lanjutanna Sere'battang...